Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2025

Kesungguhan Jalan Ilmiyah Syaikh Al Albani, Ustadz Yazid Jawas dan Ustadz Abdul Hakim Abdat

Jalur Keilmuan Mandiri: Teladan dari Syaikh al-Albani, Ustadz Yazid, dan Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat Dalam dunia Islam, gelar akademik tidak selalu menjadi tolok ukur utama dalam mengukur kedalaman ilmu seseorang. Hal ini dibuktikan oleh beberapa tokoh besar yang menempuh jalan keilmuan secara mandiri namun tetap mencapai kedudukan tinggi dalam ilmu, di antaranya adalah Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah, Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas rahimahullah, dan Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat hafidzahullah. --- Syaikh al-Albani: Mutiara Ilmu dari Perpustakaan Az-Zahiriyyah Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah adalah seorang muhadits besar abad ke-20. Beliau tidak menempuh pendidikan tinggi formal di universitas-universitas Islam ternama. Sebaliknya, beliau menghabiskan waktu bertahun-tahun di perpustakaan Az-Zahiriyyah di Damaskus, Suriah. Di sana, beliau mendalami ratusan bahkan ribuan kitab klasik dalam bidang hadits, fiqih, dan ilmu-ilmu syar‘i lain...

Hendaknya Salafiyyah Menahan Diri dari Berbagai Kebiasaan Hizbiyyah dan Harokiyyah

Salafi Tidak Latahan Ikut-ikutan Hizbi Haroki Dalam Perayaan-Perayaan Pendahuluan Manhaj Salafi adalah manhaj yang berpegang teguh pada Al-Qur’an, Sunnah, dan pemahaman para Salafush Shalih, serta menjauhi segala bentuk bid’ah, taklid buta, dan keterikatan emosional berlebihan pada kelompok atau golongan tanpa dalil syar’i yang jelas. Oleh karena itu, seorang Salafi tidak boleh latah ikut-ikutan gerakan hizbi haroki yang gegap gempita dalam perayaan-perayaan dan acara yang tidak memiliki dasar syar’i. Dalil-dalil Pokok tentang Bid’ah dan Menjauhi Perayaan Tanpa Dalil Dalil Al-Qur’an Allah ﷻ berfirman: > وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ “Barang siapa berpaling dari mengingat Yang Maha Penyayang (Allah), maka Kami datangkan untuknya setan yang menjadi teman (yang selalu menyertainya).” (QS. Az-Zukhruf: 36) Mengikuti hawa nafsu kelompok yang gegap gempita tanpa ilmu bisa membuat seseorang jauh dari dzikrullah dan sunnah. Dalil Hadits Ras...

Kisruh Dunia Musik: Salah Satu Dampak dari Keharamannya

Pendahuluan Segala sesuatu yang diharamkan oleh Allah ﷻ pasti mengandung keburukan, meskipun tampak menyenangkan atau indah. Salah satu hal yang telah dijelaskan keharamannya oleh mayoritas ulama salaf adalah musik. Maka bukan hal aneh bila kita menyaksikan berbagai kerusakan dan kekisruhan dalam dunia musik, baik dalam aspek moral, hukum, sosial, hingga ekonomi, seperti perebutan hak cipta, konflik royalti, eksploitasi artis, dan budaya permisif yang melalaikan dari dzikrullah. Dalil-Dalil Keberadaan Musik dan Hukumnya Dalil dari Al-Qur’an Allah ﷻ berfirman: > وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ “Dan di antara manusia (ada) orang yang membeli perkataan yang melalaikan untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa ilmu...” (QS. Luqman: 6) Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu menafsirkan “لهو الحديث” sebagai: الغناء (nyanyian/musik) Disebutkan oleh Imam Ibnul Qayyim dan juga Imam Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannaf. Hadits Rasulullah shallallahu ‘...

Mengungkap Beberapa Tokoh Sebagai Akar Sesatnya Dari Sebuah Firqah

Mereka yang Tersesat: Kisah dan Latar Belakang Tokoh-tokoh Pencetus Firqah Sesat > “Hendaklah kamu berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnah para khalifah yang mendapat petunjuk. Gigitlah dengan gigi geraham. Dan jauhilah perkara-perkara baru dalam agama, karena setiap perkara baru adalah bid‘ah, dan setiap bid‘ah adalah kesesatan.” (HR. Abu Dawud no. 4607 – Shahih) Dalam sejarah awal Islam, muncul beberapa tokoh yang menyimpang dari aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah dan menjadi pencetus firqah-firqah sesat yang pengaruhnya terasa hingga hari ini. Di antara tokoh-tokoh tersebut adalah: 1. Ja’d bin Dirham 2. Ma’bad al-Juhani 3. Washil bin ‘Atha’ 4. Bisyir bin Ghiyaats al-Mariisi Lalu, bagaimana kisah dan latar belakang mereka hingga tergelincir dalam kesesatan? Berikut ulasan ringkasnya berdasarkan keterangan ulama salaf rahimahumullah. --- 1. Ja’d bin Dirham (الجعد بن درهم) Pencetus: Akar Jahmiyyah – Mengingkari sifat-sifat Allah Asal: Nasibin atau Khurasan. Belajar dari: Labid bin A‘...

Tertawa Dulu dan Nanti

  بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ Pendahuluan Segala puji hanya bagi Allah, Rabb yang menghidupkan hati dengan nasihat dan peringatan. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga beliau, para sahabatnya, dan seluruh pengikutnya yang setia hingga akhir zaman. Renungan berikut ini adalah sebuah pengingat tentang kelucuan masa lalu dan ironi masa depan yang menanti bila kita tidak segera mengambil pelajaran. --- 🌱 Refleksi Diri: Tertawa atas Diri Sendiri Hari ini, kita sering tertawa saat mengenang masa kecil. Bagaimana kita dulu berebut mainan dengan teman kecil, marah hanya karena giliran bermain tidak adil, menangis karena hal-hal yang sekarang terlihat sangat sepele. Itu semua menggelikan bagi kita yang telah dewasa. Karena ternyata, apa yang dulu kita anggap penting sekali, kini tak ada artinya sama sekali. Namun, ada pemandangan lain yang jauh lebih lucu — dan jauh lebih tragis — yang akan terjadi di akhi...

Kritik Terperinci Ulama

Kritikan Terperinci Lebih Utama daripada Pujian Global (Disertai Syarat dan Adabnya menurut Para Ulama Ahlus Sunnah) Pendahuluan Segala puji hanya milik Allah. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga beliau, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat. Termasuk nikmat besar dari Allah kepada umat ini adalah keberadaan para ulama rabbaniyyin yang menjaga kemurnian agama, menjelaskan kebenaran, dan memperingatkan umat dari penyimpangan. Dalam proses menjaga agama ini, tidak jarang para ulama melakukan kritik ilmiah terhadap orang-orang yang menyimpang, baik karena kesalahan dalam akidah, manhaj, atau penyimpangan lainnya. Namun, penting untuk dipahami bahwa kritikan terhadap orang yang tergelincir harus dilakukan dengan ilmu dan adab, bukan asal bicara, apalagi oleh orang-orang yang belum layak untuk berbicara dalam urusan besar ini. Isi Utama 1. Kritik Terperinci Lebih Bermanfaat...

Diamnya Seorang Berilmu di Tengah Fitnah Lebih Selamat

🌟 Nasihat Hikmah: "Diamnya seorang yang berilmu terhadap peristiwa yang dapat memicu fitnah—ketika ia tahu bahwa berbicara tidak membawa maslahat yang jelas—adalah lebih selamat dan lebih bermanfaat bagi umat, dibandingkan ribuan orang yang jahil (minim ilmu) yang berbicara dan bergerak tanpa panduan ilmu, lalu menyeret manusia pada arus keburukan dan kerusakan yang lebih luas." 🎯 Karena berbicara tanpa ilmu di saat terjadi fitnah tidak hanya menyesatkan diri sendiri, tapi bisa menjadi sebab tersesatnya banyak manusia lainnya. Maka, diam dengan ilmu lebih selamat dan lebih bernilai daripada suara gaduh tanpa petunjuk. --- 📌 Penjelasan dan Dalil-Dalil Penguat: 1. Diam adalah bentuk kehati-hatian dalam menjaga lisan, terutama saat fitnah. Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: > "كفى بالمرء إثماً أن يحدث بكل ما سمع." "Cukuplah seseorang itu berdosa bila ia menceritakan semua yang ia dengar." (HR. Muslim no. 5) 🔎 Dalam riwayat ini...

Belajar Manhaj: Prioritas Membantah Penyimpangan demi Menjaga Kemurnian Agama

Pendahuluan Manhaj salaf dikenal dengan ciri khas utamanya yaitu membantah firqah-firqah menyimpang. Hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga kemurnian agama Islam yang telah dibawa oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat. Fokus utama belajar manhaj bukanlah pada pembahasan akhlak dan adab semata, karena pembahasan tersebut hampir tidak menimbulkan perbedaan signifikan antara berbagai kelompok dalam Islam. Dalil Al-Qur’an tentang Membantah Penyimpangan Allah ﷻ berfirman: > قَاتِلُوا الَّذِينَ يَلُونَكُمْ مِنَ الْكُفَّارِ وَلْيَجِدُوا فِيكُمْ غِلْظَةً “Perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kalian dan hendaklah mereka mendapati kekerasan dari kalian.” (QS. At-Taubah [9]:123) Ayat ini menunjukkan pentingnya umat Islam menghadapi musuh dan penyimpangan yang mengancam kemurnian agama, terlebih yang berada di sekitar kita. Hadits Nabi tentang Perpecahan Umat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: > "...وستفترق أمتي على ثلاث وسبعين ملة، كلها في ال...

PUASA ARAFAH SESUAI WUKUF ARAFAH

  صيام يوم عرفة بحسب الوقوف بعرفة   الميل إلى القول بأن صيام يوم عرفة يكون بحسب الوقوف بعرفة، لا بحسب تقويم كل بلد   Puasa Arafah Dilaksanakan Sesuai Hari Wukuf di Arafah, Bukan Sekadar Tanggal 9 Dzulhijjah di Tiap Negara     الدليل الأول: نص الحديث   Dalil Pertama : Teks Hadits yang Sharih     عن أبي قتادة رضي الله عنه قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:   صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ، أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ، وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ.   (رواه مسلم رقم 1162)   "Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya ." (HR. Muslim no. 1162)     وجه الاستدلال:   Seandainya puasa Arafah dikembalikan semata kepada tanggal ( yaitu 9 Dzulhijjah ) sebagaimana penanggalan negeri masing-masing, tentu Nabi shallallahu ‘ alaihi wa sallam akan bersabda : “ صيام تاسع ذي الحجة ” (Puasa- lah di hari ...