Hendaknya Salafiyyah Menahan Diri dari Berbagai Kebiasaan Hizbiyyah dan Harokiyyah

Salafi Tidak Latahan Ikut-ikutan Hizbi Haroki Dalam Perayaan-Perayaan

Pendahuluan

Manhaj Salafi adalah manhaj yang berpegang teguh pada Al-Qur’an, Sunnah, dan pemahaman para Salafush Shalih, serta menjauhi segala bentuk bid’ah, taklid buta, dan keterikatan emosional berlebihan pada kelompok atau golongan tanpa dalil syar’i yang jelas. Oleh karena itu, seorang Salafi tidak boleh latah ikut-ikutan gerakan hizbi haroki yang gegap gempita dalam perayaan-perayaan dan acara yang tidak memiliki dasar syar’i.

Dalil-dalil Pokok tentang Bid’ah dan Menjauhi Perayaan Tanpa Dalil

Dalil Al-Qur’an

Allah ﷻ berfirman:

> وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ
“Barang siapa berpaling dari mengingat Yang Maha Penyayang (Allah), maka Kami datangkan untuknya setan yang menjadi teman (yang selalu menyertainya).”
(QS. Az-Zukhruf: 36)



Mengikuti hawa nafsu kelompok yang gegap gempita tanpa ilmu bisa membuat seseorang jauh dari dzikrullah dan sunnah.

Dalil Hadits

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

> مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa melakukan suatu perkara baru dalam urusan kami ini yang bukan darinya, maka ia tertolak.”
(HR. al-Bukhari no. 2697 dan Muslim no. 1718)



Perayaan-perayaan dan kegembiraan yang berlebihan tanpa dalil termasuk dalam perkara yang baru dan tertolak.

Pendapat Ulama Salaf tentang Bid’ah dan Ikut-ikutan Kelompok

Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah mengingatkan agar berpegang pada sunnah dan tidak mengikuti orang-orang yang membuat inovasi.

Ibnu Abdil Barr rahimahullah dalam Al-Isti’ab mengatakan:

> “Bid’ah adalah segala sesuatu yang baru dalam agama yang tidak ada dasarnya dari syariat.”



Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

> “Kita harus waspada terhadap sikap ikut-ikutan terhadap kelompok yang berlebihan dalam perkara yang tidak ada dalilnya.”




Mengapa Salafi Tidak Latahan Ikut-ikutan Hizbi Haroki?

1. Manhaj Salafi adalah Manhaj Tauhid dan Sunnah
Fokus dakwah adalah memperbaiki aqidah dan amalan berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah, bukan pada perayaan atau ajang politik kelompok tertentu.


2. Menghindari Perpecahan dan Fitnah
Gegap gempita yang tanpa dasar bisa menimbulkan keretakan ukhuwah dan fitnah antar umat.


3. Menjaga Keikhlasan dan Kesucian Dakwah
Dakwah yang benar harus bersih dari hawa nafsu, gengsi politik, dan bentuk-bentuk rivalitas yang tidak dibenarkan.



Dampak Negatif Ikut-ikutan Perayaan Hizbi Haroki

Mengalihkan perhatian dari kewajiban utama beribadah dan menuntut ilmu.

Memperparah konflik dan permusuhan antar kelompok.

Menimbulkan sikap fanatisme berlebihan yang merusak ukhuwah Islamiyah.


Kesimpulan

Seorang Salafi yang berpegang pada manhaj salaf harus berhati-hati dan tidak boleh latah ikut-ikutan gerakan hizbi haroki yang gegap gempita dalam perayaan-perayaan tanpa dasar syar’i. Manhaj Salafi mengajarkan agar kita fokus pada Al-Qur’an dan Sunnah, menjauhi bid’ah dan sikap emosional yang bisa menjerumuskan dalam kesesatan dan perpecahan.

Doa Penutup

> اللَّهُمَّ اهْدِنَا لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِرَحْمَتِكَ وَاغْفِرْ لَنَا وَارْزُقْنَا تَوْفِيقَ الْعَمَلِ بِهِ
“Ya Allah, tunjukkanlah kami kebenaran dalam perkara-perkara yang diperselisihkan dengan rahmat-Mu, ampunilah kami dan karuniakanlah kami taufik untuk mengamalkannya.”



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Aneh Jika Iran Menyerang Total Yahudi?

Hari Raya dalam Islam: Antara Kesempurnaan Syariat dan Bahaya Tasyabbuh kepada Yahudi dan Nasrani

Serial Bantahan Ilmiah: Kutipan Palsu atas Nama ‘Ali bin Abi Thalib (Bagian 1)