Fenomena Langit di Akhir Tahun dan Renungan Seorang Muslim
Langit yang membiru, awan yang tertata indah, serta gunung yang tampak jelas dan megah di penghujung tahun sering menghadirkan pemandangan yang begitu memikat. Pada momen-momen seperti itu, seorang hamba tentu dituntut untuk memperbanyak rasa syukur kepada Al-Khāliq dan Al-Qadīr , Rabb yang menciptakan seluruh keindahan tersebut tanpa cela. Namun, kebahagiaan dalam menikmati ciptaan Allah tidak boleh membuat kita lalai dari rasa takut kepada-Nya. Keindahan alam yang terlihat begitu terang di akhir tahun kadang justru menimbulkan kekhawatiran: jangan-jangan alam ini sedang “marah”, dan bahwa bencana yang terjadi merupakan bentuk peringatan dari Allah ﷻ. Terutama ketika memasuki akhir tahun Masehi. Di saat itulah sebagian kaum Nasrani menyebut dan merayakan keyakinan bahwa Tuhan memiliki anak — na‘ūdzu billāh , sebuah ucapan yang begitu dahsyat kebatilan dan kezalimannya. Allah sendiri mengingatkan dalam Surat Maryam ayat 89–90: تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ...