Belajar Manhaj: Prioritas Membantah Penyimpangan demi Menjaga Kemurnian Agama


Pendahuluan


Manhaj salaf dikenal dengan ciri khas utamanya yaitu membantah firqah-firqah menyimpang. Hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga kemurnian agama Islam yang telah dibawa oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat. Fokus utama belajar manhaj bukanlah pada pembahasan akhlak dan adab semata, karena pembahasan tersebut hampir tidak menimbulkan perbedaan signifikan antara berbagai kelompok dalam Islam.


Dalil Al-Qur’an tentang Membantah Penyimpangan


Allah ﷻ berfirman:


> قَاتِلُوا الَّذِينَ يَلُونَكُمْ مِنَ الْكُفَّارِ وَلْيَجِدُوا فِيكُمْ غِلْظَةً

“Perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kalian dan hendaklah mereka mendapati kekerasan dari kalian.”

(QS. At-Taubah [9]:123)




Ayat ini menunjukkan pentingnya umat Islam menghadapi musuh dan penyimpangan yang mengancam kemurnian agama, terlebih yang berada di sekitar kita.


Hadits Nabi tentang Perpecahan Umat


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


> "...وستفترق أمتي على ثلاث وسبعين ملة، كلها في النار إلا واحدة. قالوا: من هي يا رسول الله؟ قال: من كان على مثل ما أنا عليه اليوم وأصحابي."

“Umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, semuanya di neraka kecuali satu. Mereka bertanya, ‘Siapakah mereka wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Yaitu yang berada di atas seperti aku dan para sahabatku hari ini.’”

(HR. At-Tirmidzi no. 2641, hadits hasan)




Hadits ini menegaskan bahwa hanya satu golongan yang selamat, yaitu yang berpegang teguh pada manhaj Nabi dan para sahabat.


Pernyataan Imam Ahmad bin Hanbal


Imam Ahmad rahimahullah mengatakan:


> "من علم أنه على الحق فليس له أن يسكت عن الرد على من خالفه."

“Barang siapa yang tahu bahwa ia berada di atas kebenaran, maka tidak halal baginya diam dari membantah orang yang menyelisihi.”

(Thabaqat al-Hanabilah 1/33)




Hal ini menunjukkan kewajiban umat Islam untuk aktif membantah kesesatan demi menjaga kemurnian agama.


Kesimpulan


Pembahasan manhaj dan membantah penyimpangan adalah prioritas utama dalam menuntut ilmu agama. Sedangkan pembahasan adab dan akhlak, walaupun penting, hampir tidak menjadi pembeda utama antara berbagai firqah Islam. Oleh karena itu, menjaga kemurnian agama dengan membantah kesesatan adalah tanggung jawab yang harus dipikul oleh setiap muslim yang memahami kebenaran.



---


Rujukan dan Dalil Pendukung:

1. QS. At-Taubah [9]:123

2. HR. At-Tirmidzi no. 2641 (hasan)

3. Majmu‘ al-Fatawa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, juz 23, hal. 115

4. Thabaqat al-Hanabilah, juz 1, hal. 33









____________________________________________________________

Abu Aisyah As-Sabtiyah

Bandung, 29 Mei 2025 M / 2 Dzul Hijjah 1446 H


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Aneh Jika Iran Menyerang Total Yahudi?

Hari Raya dalam Islam: Antara Kesempurnaan Syariat dan Bahaya Tasyabbuh kepada Yahudi dan Nasrani

Serial Bantahan Ilmiah: Kutipan Palsu atas Nama ‘Ali bin Abi Thalib (Bagian 1)