Hari Raya dalam Islam: Antara Kesempurnaan Syariat dan Bahaya Tasyabbuh kepada Yahudi dan Nasrani
Pendahuluan Islam adalah agama yang sempurna. Seluruh aspek ibadah, mu‘amalah, hingga syi‘ar agama telah ditetapkan oleh Allah Ta‘ala melalui wahyu-Nya kepada Nabi Muḥammad shallallāhu ‘alaihi wa sallam. Termasuk di dalamnya adalah perkara hari raya, yang bukan sekadar tradisi sosial, namun bagian dari syi‘ar agama. Fenomena yang marak di tengah kaum Muslimin hari ini adalah menjamurnya berbagai perayaan tahunan, peringatan hari-hari tertentu, bahkan pengagungan momentum-momentum yang tidak memiliki dasar dalam syariat. Padahal, Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam telah menetapkan batasan yang jelas dalam perkara ini. Kesempurnaan Agama dan Sikap Orang Yahudi Allah Ta‘ala berfirman: ٱلۡيَوۡمَ أَكۡمَلۡتُ لَكُمۡ دِينَكُمۡ وَأَتۡمَمۡتُ عَلَيۡكُمۡ نِعۡمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلۡإِسۡلَٰمَ دِينٗا “Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian, telah Aku cukupkan nikmat-Ku atas kalian, dan Aku ridai Islam sebagai agama kalian.” (QS. al-Ma’idah: 3) Dalam sebuah hadits yang sangat...