Islam, Bukan Sekadar Kemanusiaan: Bantahan terhadap Slogan Haroki “Tidak Perlu Jadi Muslim, Cukup Jadi Manusia untuk Membela Palestina”

Pendahuluan

Di tengah isu Palestina, sering muncul slogan-slogan dari kalangan haroki (aktivis politik) yang berbunyi: “Tidak perlu jadi muslim, cukup jadi manusia untuk simpati atau membela Palestina.”
Kalimat semacam ini sekilas terdengar indah dan penuh kemanusiaan, namun hakikatnya merupakan pernyataan yang batil dan menyesatkan. Ia menempatkan solidaritas kemanusiaan di atas iman dan Islam, padahal syarat diterimanya amal di sisi Allah adalah keimanan.

Artikel ini insya Allah menjelaskan secara ringkas mengapa pandangan tersebut keliru, sekaligus menegaskan bahwa seorang muslim biasa lebih mulia daripada orang kafir yang dermawan sekalipun.



1. Amal Shalih Tidak Diterima Tanpa Islam

Allah Ta’ala berfirman:

> وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ ٱلْإِسْلَـٰمِ دِينًۭا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ مِنَ ٱلْخَـٰسِرِينَ

“Barangsiapa mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Āli ‘Imrān: 85)



Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

> فَإِنَّ الْإِسْلَامَ هُوَ شَرْطُ قَبُولِ الْعَمَلِ وَبُقُوعِهِ مُثْمِرًا مُنْجِيًا

“Sesungguhnya Islam adalah syarat diterimanya amal, serta menjadi sebab amal itu berbuah dan menyelamatkan.”
(Miftah Dar as-Sa‘adah, 1/75)




2. Balasan Dunia bagi Orang Kafir, Namun Neraka di Akhirat

Allah berfirman:

> مَن كَانَ يُرِيدُ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَـٰلَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ • أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ إِلَّا ٱلنَّارُ

“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan balasan penuh atas amal mereka di dunia, dan mereka tidak dirugikan. Mereka itulah orang-orang yang di akhirat tidak memperoleh apa-apa kecuali neraka.” (QS. Hūd: 15–16)



Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan:

> أعمال الكفار إنما تكون لهم ثوابها في الدنيا، من صحة، أو مال، أو شهرة، أو غير ذلك، أما في الآخرة فلا نصيب لهم إلا النار

“Amal-amal orang kafir hanyalah diberi balasan di dunia, berupa kesehatan, harta, popularitas, atau selainnya. Adapun di akhirat mereka tidak memiliki bagian kecuali neraka.”
(Majmu‘ Fatawa, 6/405)




3. Seorang Muslim Biasa Lebih Mulia daripada Kafir Dermawan

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

> مَثَلُ الْمُؤْمِنِ كَمَثَلِ الْخَامَةِ مِنَ الزَّرْعِ تُفِيئُهَا الرِّيحُ مَرَّةً وَتَعْدِلُهَا مَرَّةً حَتَّى تَزْدَادَ أَيْمَانًا...

“Perumpamaan seorang mukmin itu seperti tanaman yang senantiasa digoyangkan angin; kadang condong dan kadang lurus, hingga ia bertambah imannya...” (HR. al-Bukhari dan Muslim)



Imam Ibnul Qayyim rahimahullah juga menegaskan:

> وَالْمُؤْمِنُ الْفَقِيرُ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْكَافِرِ الْغَنِيِّ الْمُنْعِمِ وَإِنْ كَثُرَتْ أَعْمَالُهُ

“Seorang mukmin yang miskin lebih Allah cintai daripada orang kafir yang kaya lagi diberi kenikmatan, walaupun banyak amalnya.”
(al-Fawaid, hlm. 177)




Kesimpulan

Slogan haroki “cukup jadi manusia untuk membela Palestina” adalah pernyataan batil.
✔ Amal hanya diterima dengan Islam.
✔ Orang kafir mendapat balasan duniawi, namun neraka di akhirat.
✔ Seorang muslim biasa tetap lebih mulia daripada kafir dermawan.

Maka, membela Palestina adalah amal baik, tetapi fondasi utamanya tetap Islam dan tauhid. Tidak mungkin perjuangan tanpa iman lebih tinggi nilainya dibandingkan iman seorang muslim walau sederhana.

Wallahu a’lam.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Aneh Jika Iran Menyerang Total Yahudi?

Hari Raya dalam Islam: Antara Kesempurnaan Syariat dan Bahaya Tasyabbuh kepada Yahudi dan Nasrani

Serial Bantahan Ilmiah: Kutipan Palsu atas Nama ‘Ali bin Abi Thalib (Bagian 1)