Mengapa Aneh Jika Iran Menyerang Total Yahudi?

Oleh: Abu Aisyah As-Sabtiyah

Belakangan ini ramai diberitakan bahwa Iran melakukan serangan besar terhadap Yahudi. Namun jika kita tinjau secara jujur dan objektif berdasarkan sejarah dan manhaj yang lurus, maka akan tampak bahwa ada keanehan dalam narasi ini. Bagaimana bisa kelompok Syiah Rafidhah yang sejatinya memiliki hubungan erat dengan Yahudi, kini digambarkan sebagai musuh bebuyutan mereka?




Antara Retorika dan Realita

Iran, khususnya sejak revolusi Khumaini tahun 1979, dikenal lantang dalam menyerukan “kematian bagi Israel”. Namun, ini hanyalah slogan politik. Realitanya, Iran dikenal sebagai pemain licik yang pandai memainkan peran seolah-olah pembela Palestina, padahal seringkali tindakannya bertolak belakang dengan ucapannya.

Contoh nyata:

Komunitas Yahudi di Iran masih hidup aman dan dihormati, bahkan memiliki perwakilan di parlemen.

Dalam skandal Iran-Contra, Iran diam-diam membeli senjata dari Israel melalui perantara Amerika.

Iran kerap menggunakan konflik Palestina-Israel untuk popularitas, bukan karena cinta terhadap Islam.


> ❝ Syiah mengangkat slogan 'membela Palestina', namun pada hakikatnya mereka justru memanfaatkan penderitaan umat Islam untuk menyebarkan ajaran Rafidhah mereka. ❞
— Syaikh Dr. Abdullah bin Abdul Hamid al-Athari حفظه الله, dalam Qira'ah Manhajiyyah.






Kesamaan Syiah dan Yahudi

Para ulama Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa Syiah Rafidhah dan Yahudi memiliki banyak kesamaan, antara lain:

1. Taqiyyah (berdusta demi mazhab)


2. Kebencian terhadap para sahabat


3. Iman terhadap imam ghaib dan mushaf tersembunyi


4. Fanatisme kepada tokoh (imam) sebagaimana Yahudi kepada rahib dan pendeta mereka



> ❝ Rafidhah adalah kaum yang paling mirip dengan Yahudi dalam banyak hal. ❞
— Ibnu Taimiyah رحمه الله, Minhaj as-Sunnah (1/20)



> ❝ Tidak ada dua kelompok yang lebih bersekutu dalam memusuhi Islam seperti Yahudi dan Rafidhah. ❞
— Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah رحمه الله, Minhaj as-Sunnah (6/250)






Dua Kelompok Bathil Saling Serang?

Dalam manhaj salaf, tidak dibenarkan untuk berpihak kepada kelompok sesat hanya karena mereka memusuhi kelompok sesat lainnya. Jika Iran menyerang Israel, bukan berarti mereka membela Islam. Jika Israel menyerang Iran, bukan berarti mereka membela kebenaran.

> ❝ Jika dua kelompok ahli bid’ah saling bertikai, maka jangan salah satunya dianggap sebagai pembela kebenaran. Lihat mana yang paling berbahaya dan cegahlah sesuai kemampuan. ❞
— Ibnu Taimiyah رحمه الله, Majmu’ al-Fatawa (28/546)



> ❝ Rafidhah lebih berbahaya atas umat daripada Yahudi dan Nashara. ❞
— Syaikh Shalih al-Fauzan حفظه الله, al-Ajwibah al-Mufidah, hal. 22






Sikap Ahlus Sunnah: Waspada dan Tidak Tertipu

Musuh-musuh Islam hari ini sangat pandai memainkan propaganda, baik dari kalangan Zionis maupun Rafidhah. Maka dari itu, seorang Muslim harus:

- Bersikap tajam dalam membaca berita
- Tidak mudah hanyut oleh narasi "pembela Palestina"
- Tetap berpegang kepada manhaj salaf dan tidak tertipu oleh konflik palsu

> "Ya Allah, tunjukkanlah kebenaran sebagai kebenaran dan karuniakan kepada kami untuk mengikutinya. Dan tunjukkanlah kebatilan sebagai kebatilan dan karuniakan kepada kami untuk menjauhinya."
(Doa yang dinisbatkan kepada Umar bin Khattab رضي الله عنه)






Referensi:

1. Ibnu Taimiyah – Minhaj as-Sunnah an-Nabawiyyah


2. Syaikh Shalih al-Fauzan – al-Ajwibah al-Mufidah ‘an As’ilah al-Manahij al-Jadidah


3. Syaikh Rabi’ al-Madkhali – Haqiqat Da’wat al-Rafidah


4. Syaikh Dr. Abdullah al-Athari – Qira’ah Manhajiyyah li Mafahim al-Rafidhah


5. Artikel dan dokumentasi resmi seputar skandal Iran-Contra (dokumen terbuka AS)



Komentar