Waspadai Kelompok Sururiyah: Bertopeng Salafiyah, Namun Menyimpang dari Manhaj Salaf
بسم الله الرحمن الرحيم
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad shallallāhu ‘alaihi wa sallam, beserta keluarga, para sahabat, dan seluruh pengikut beliau yang setia di atas manhajnya sampai hari kiamat.
Fenomena Menyimpang di Balik Klaim Salafiyah
Di zaman ini, muncul kelompok-kelompok yang mengklaim dirinya sebagai bagian dari salafiyah, namun dalam pemikiran dan manhajnya sangat jauh dari kemurnian dakwah salafiyah yang dibangun di atas al-Qur’an, Sunnah, dan pemahaman para Salafush Shalih. Salah satu dari kelompok tersebut adalah Sururiyah.
Mereka memakai simbol-simbol salaf, berbicara dengan istilah-istilah salaf, namun dalam waktu yang sama menyebarkan pemikiran-pemikiran revolusioner, mencela para penguasa kaum muslimin, menanamkan sikap kebencian terhadap para ulama sunnah, dan menyusupkan ide-ide Ikhwaniyah dan Quthbiyyah ke dalam tubuh umat.
> Allah Ta'ala berfirman:
يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ
"Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu diri mereka sendiri, tetapi mereka tidak menyadarinya."
(QS. al-Baqarah: 9)
Siapakah Sururiyah Itu?
Sururiyah dinisbatkan kepada pendirinya: Muhammad Surur bin Nayif Zain al-‘Abidin – mantan anggota Ikhwanul Muslimin – yang kemudian menggabungkan sebagian pemikiran Ikhwan dan Quthbiyyah dengan simbol-simbol salafi. Kelompok ini muncul dengan kemasan yang tampak salafi, namun mengandung racun pemikiran pemberontakan (bughāt), hasad terhadap ulama, dan ghuluw terhadap aktivisme politik.
Perkataan Para Ulama tentang Bahaya Sururiyah
1. Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:
> "السُّروريَّة طائفة ضالَّة، وهي أخطر من الإخوان المسلمين؛ لأنَّهم يلبسون لباس السُّنَّة والسلفية ليغترّ بهم الناس."
> "Kelompok Sururiyah adalah kelompok sesat, dan mereka lebih berbahaya daripada Ikhwanul Muslimin, karena mereka memakai pakaian Sunnah dan Salafiyah agar manusia tertipu dengan mereka."
(Diringkas dari penjelasan beliau dalam pelajaran Syarh Nawāqidh al-Islām dan rekaman-rekaman kajian beliau.)
2. Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah berkata:
> "السروريون كالحرباء، يتلونون بألوان مختلفة، يدَّعون السلفية وهم من أعدى أعداء السلفية، ويطعنون في علمائها"
> "Kaum Sururiyun seperti bunglon, mereka berubah-ubah warna. Mereka mengklaim sebagai salafi padahal mereka adalah musuh paling sengit terhadap salafiyah, dan mereka mencela para ulama salafi."
(Lihat majmu’ kutipan Syaikh Rabi’ tentang Sururiyah dalam Majmu’ al-Fatāwā wa ar-Rasā’il)
Tanda-Tanda dan Ciri Sururiyah
Untuk mengenali kelompok ini, berikut beberapa ciri yang dapat diidentifikasi:
No Ciri Sururiyah
1 Mengaku salafi namun mencela ulama besar salafi (seperti Syaikh Bin Baz, Syaikh Utsaimin, Syaikh Rabi’, dll).
2 Mendorong umat membenci penguasa, membangkitkan opini untuk memberontak.
3 Ghuluw dalam pembicaraan politik, menjadikan dakwah salafiyah sebagai kendaraan agenda revolusi.
4 Banyak terpengaruh pemikiran Sayyid Quthb dan Hasan al-Banna.
5 Mengidolakan tokoh-tokoh Ikhwaniyyah namun diam terhadap penyimpangannya.
> Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلَامِ النُّبُوَّةِ الْأُولَى: إِذَا لَمْ تَسْتَحِ، فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
"Sesungguhnya dari ucapan kenabian terdahulu yang masih dikenal oleh manusia: 'Jika engkau tidak malu, maka lakukanlah sesukamu.'"
(HR. al-Bukhari no. 3483)
Sururiyah adalah contoh nyata dari orang-orang yang menampakkan diri sebagai penyeru kebaikan, namun sejatinya menyeret umat kepada bahaya besar. Mereka menyusup dengan kedok sunnah, namun menusuk dari belakang dengan fitnah dan penyimpangan.
Penutup dan Nasehat
Wahai penuntut ilmu dan kaum muslimin, jangan tertipu dengan penampilan luar atau slogan. Ukurlah sebuah kelompok dengan ilmu dan manhaj yang benar, bukan dengan klaim atau popularitas.
> Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:
"وَكُلُّ مَنِ ابْتَدَعَ فِي الدِّينِ بِقَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَنَسَبَهُ إِلَى الدِّينِ فَإِنَّهُ ضَالٌّ مُبْتَدِعٌ."
"Setiap orang yang membuat-buat dalam agama dengan ucapan atau amalan, lalu menisbatkannya kepada agama, maka dia adalah orang yang sesat dan ahli bid’ah."
(Majmū’ al-Fatāwā 2/283)
Semoga Allah menjaga kita dari fitnah kelompok-kelompok menyimpang, dan mengokohkan kita di atas manhaj salafus shalih yang murni.
والله المستعان، وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Komentar
Posting Komentar