Rezeki Sudah Dijamin oleh Allah, Maka Jangan Risau Berlebihan


Seringkali manusia menganggap bahwa rezeki itu tidak dijamin oleh Allah, sehingga mereka khawatir secara berlebihan, cemas akan masa depan, dan bahkan sebagian sampai menghalalkan segala cara. Padahal, Allah وسُبْحَانَهُ وَتَعَالَىـ سُلِامًا عَلَيْهِ telah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya, bahkan sebelum mereka lahir ke dunia.

Dalil dari Hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعَينَ يَوْمًا نُطْفَةً، ثُمَّ يَكونُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكونُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ، وَأَجَلِهِ، وَعَمَلِهِ، وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيِدٌ

"Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nutfah (air mani), kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga, lalu menjadi segumpal daging selama itu juga. Kemudian diutuslah malaikat untuk meniupkan ruh ke dalamnya, dan diperintahkan menulis empat hal: rezekinya, ajalnya, amalnya, dan apakah ia celaka atau bahagia."
(HR. Bukhari no. 3208 dan Muslim no. 2643)

Dalil dari Al-Qur'an

Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىـ berfirman:

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُس\u065ْتَودَعَهَا ْ كُلٌٜ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ

"Dan tidak ada suatu makhluk melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat tinggalnya dan tempat penyimpanannya. Semua tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)."
(Surat Hūd: 6)

Atsar Sahabat: Umar bin Khattab

Diriwayatkan dari Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu, ia berkata:

لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكٟلِهِ، لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ، تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرْوْحُ بِطَانًا

"Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, niscaya Allah akan memberi kalian rezeki sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung: ia pergi pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang."
(HR. Tirmidzi no. 2344, hasan shahih)

Perkataan Ulama: Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata:

الرِّزْقُ يُحِبُّ العَبْدَ أَكْثَرَ مِنْ حُبِّ العَبْدِ لِلرِّزْقِ، وَلَكِنْ العَبْدَ يَجْهَلُ، فَيَق\u065ْلَقُ وَيَه\u065ْتَمَّ

"Rezeki itu lebih mencintai hamba dibanding hamba mencintai rezeki. Namun hamba itu tidak mengetahui, maka ia gelisah dan cemas."
(Madarij As-Salikin, 2/123)

Penutup

Jika burung yang tidak menyimpan makanan di gudangnya pun tetap Allah beri makan setiap hari, maka mengapa kita ragu terhadap jaminan Allah?

Tugas kita adalah berikhtiar dengan halal, bertawakkal, dan berprasangka baik kepada Allah. Karena rezeki tidak pernah datang terlambat, dan ia tidak akan tertukar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Aneh Jika Iran Menyerang Total Yahudi?

Hari Raya dalam Islam: Antara Kesempurnaan Syariat dan Bahaya Tasyabbuh kepada Yahudi dan Nasrani

Serial Bantahan Ilmiah: Kutipan Palsu atas Nama ‘Ali bin Abi Thalib (Bagian 1)