Kurangnya Perhatian terhadap Manhaj Sebab Jalan Menuju Kesesatan
Ketika seorang muslim tidak memperhatikan manhaj agamanya—yakni metode yang benar dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam sebagaimana yang dibawa oleh Nabi Muḥammad ﷺ dan dijalankan oleh para sahabat رضي الله عنهم—maka ini seringkali menjadi sebab utama penyimpangan dalam beragama.
Tanpa pijakan manhaj yang lurus, seseorang mudah terjerumus ke dalam berbagai pemikiran yang menyimpang, menuruti hawa nafsu, bahkan terjerat dalam bid’ah yang dianggap sebagai ibadah. Padahal Rasulullah ﷺ telah memberikan peringatan akan hal ini dalam sabdanya:
> عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ مِنْ بَعْدِي، تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ، فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ
"Wajib atas kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para khalifah yang mendapat petunjuk sepeninggalku. Peganglah erat-erat dan gigitlah ia dengan gigi geraham. Dan hati-hatilah terhadap perkara-perkara yang diada-adakan (dalam agama), karena setiap perkara baru dalam agama adalah bid’ah, dan setiap bid’ah itu sesat."
(HR. Abu Dawud no. 4607, dinilai shahih oleh Al-Albani)
Perhatikan pula peringatan dari Allah ﷻ tentang bahayanya berpaling dari petunjuk:
> فَإِنْ آمَنُوا بِمِثْلِ مَا آمَنتُم بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوا ۖ وَإِن تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا هُمْ فِي شِقَاقٍ
“Jika mereka beriman seperti keimanan kalian (wahai para sahabat), sungguh mereka telah mendapat petunjuk. Tetapi jika mereka berpaling, maka sesungguhnya mereka dalam perpecahan.”
(QS. Al-Baqarah: 137)
Imam Al-Awza’i رحمه الله berkata:
> عليك بآثار من سلف، وإن رفضك الناس، وإياك وآراء الرجال، وإن زخرفوه لك بالقول
"Wajib atasmu mengikuti jejak para salaf, meskipun manusia menolakmu. Dan jauhilah pendapat-pendapat manusia, meskipun mereka menghiasinya untukmu dengan kata-kata yang indah."
(Al-Lalika’i dalam Syarḥ Uṣūl I‘tiqād Ahlis Sunnah)
Demikian pula Imam Mālik رحمه الله berkata:
> لَنْ يُصْلِحَ آخِرَ هَذِهِ الْأُمَّةِ إِلَّا مَا أَصْلَحَ أَوَّلَهَا
"Tidak akan baik kondisi akhir umat ini kecuali dengan apa yang menjadikan baik generasi awalnya."
(Ibn ‘Abdil Barr dalam Jāmi‘ Bayān al-‘Ilm)
---
Komentar
Posting Komentar