Perang Dunia? Jatuh Miskin? Wafat? Tak Seberapa dengan Keadaan Akhirat Kelak Jika Kita Terlalu Takut Duniawi Sampai Lalai dalam Mengingat Allah Ta'ala lalu Melupakan Sepenuhnya Tentang Hari Akhirat!
لا تَخَفْ مِنَ الدُّنْيَا وَلٰكِنِ اخْشَ الآخِرَةَ
Pendahuluan
Dalam kehidupan dunia yang penuh gejolak ini—peperangan, krisis ekonomi, harga kebutuhan yang melambung, dan lapangan pekerjaan yang sempit—banyak orang dilanda rasa takut dan cemas. Namun, seorang muslim yang memiliki ilmu dan iman tidak perlu takut terhadap semua itu. Karena dunia, pada hakikatnya, bukan tempat tinggal abadi.
Yang patut ditakuti adalah kondisi kita di akhirat: bagaimana nasib kita di alam kubur, di padang mahsyar, saat melintasi shirāṭ, dan yang paling mengerikan adalah azab neraka. Itulah yang seharusnya menjadi fokus ketakutan kita.
1. Dunia Tak Sepadan untuk Dikhawatirkan
Allah subḥānahu wa ta‘ālā berfirman:
> ﴿وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا إِلَّا مَتَـٰعُ ٱلْغُرُورِ﴾
“Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya.”
(QS. Āli ‘Imrān: 185)
Dunia hanyalah ujian dan permainan yang menipu. Seberat apapun cobaan dunia, jika seseorang wafat dalam keadaan muslim yang diridhai Allah, maka itulah kemenangan sejati.
Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda:
> «يَدْخُلُ الْفَقِيرُ الْجَنَّةَ قَبْلَ الْغَنِيِّ بِخَمْسِمِائَةِ عَامٍ»
"Orang fakir akan masuk surga sebelum orang kaya selama lima ratus tahun."
(HR. Tirmidzi, no. 2353. Dihasankan oleh Al-Albani)
2. Justru, Takutlah Jika Ilmu Kita Sedikit
Ilmu adalah cahaya yang menerangi jalan. Jika ilmu sedikit, kita mudah tersesat dan jatuh ke dalam syubhat dan maksiat.
Ibnul Qayyim rahimahullāh berkata:
> "العِلمُ نُورٌ يُبَصِّرُ به العَبدُ طريقَ النجاة، فمَن لا عِلمَ لهُ فهُو في ظُلمةٍ لا يَدري ما الصَّوابُ وما الخطأُ."
"Ilmu adalah cahaya yang dengannya seorang hamba melihat jalan keselamatan. Barang siapa tak punya ilmu, maka ia berada dalam kegelapan; tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah."
(Miftāḥ Dār as-Sa‘ādah, 1/67)
3. Iman Lemah dan Ibadah Kurang adalah Petaka Besar
Allah subḥānahu wa ta‘ālā berfirman:
> ﴿وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنسَىٰهُمْ أَنفُسَهُمْ ۚ أُولَـٰئِكَ هُمُ ٱلْفَـٰسِقُونَ﴾
“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang melupakan Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik.”
(QS. Al-Ḥasyr: 19)
Orang yang lemah iman dan malas ibadah akan merugi di akhirat. Mereka lupa akhirat karena terlalu tenggelam dalam dunia.
4. Takutlah Nasib di Alam Kubur dan Hari Kiamat
Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda:
> «إِنَّ القَبْرَ أَوَّلُ مَنَازِلِ الآخِرَةِ، فَإِنْ نَجَا مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَيْسَرُ مِنْهُ، وَإِنْ لَمْ يَنْجُ مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَشَدُّ مِنْهُ»
"Sesungguhnya kubur adalah awal dari tahapan akhirat. Bila ia selamat darinya, maka sesudahnya akan lebih mudah. Dan jika tidak selamat darinya, maka yang sesudahnya akan lebih dahsyat."
(HR. Tirmidzi no. 2308, hasan)
5. Takutlah Saat Dihadapkan di Shirāṭ dan Neraka
Setiap manusia akan melewati shirāṭ—jembatan di atas neraka jahannam. Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda:
> «وَيُضْرَبُ الصِّرَاطُ بَيْنَ ظَهْرَي جَهَنَّمَ...»
"Dan akan dibentangkan Shirāṭ di atas punggung neraka Jahannam..."
(HR. Muslim, no. 183)
Ada yang melewatinya seperti kilat, ada yang seperti angin, dan ada yang merangkak terseret karena beratnya dosa-dosa.
Penutup: Perbaikilah Iman, Ilmu, dan Amal
Wahai kaum muslimin...
Jangan terlalu takut akan dunia, tapi takutlah akan akhirat. Jangan terlalu sibuk mengejar dunia, tapi sibukkanlah dirimu dalam menuntut ilmu, memperbaiki ibadah, dan memperkuat iman.
Sebagaimana sabda Nabi shallallāhu ‘alaihi wa sallam:
> «مَنْ كَانَتِ الْآخِرَةُ هَمَّهُ، جَعَلَ اللَّهُ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ، وَجَمَعَ لَهُ شَمْلَهُ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ»
“Barang siapa yang menjadikan akhirat sebagai cita-citanya, Allah akan menjadikan kekayaan dalam hatinya, mengatur urusannya, dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan hina.”
(HR. Tirmidzi no. 2465, sahih)
Komentar
Posting Komentar