Fenomena Minimnya Dakwah Tauhid dan Manhaj di Negeri Tercinta Ini

Mukadimah

Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, keluarga beliau, para sahabat, serta pengikut mereka yang setia hingga hari kiamat.

Sangat disayangkan, pada masa sekarang ini banyak dai yang menisbatkan diri kepada dakwah salafiyyah, bahkan sebagian di antara mereka memiliki gelar akademis yang tinggi. Namun, mereka terlalu asyik menyampaikan tema-tema yang sebenarnya secara umum sudah dikenal dan dipahami oleh mayoritas kaum muslimin, seperti pentingnya akhlak yang baik, anjuran bersedekah, kewajiban berbakti kepada orang tua, serta pembahasan seputar muamalah sehari-hari.

Tidak diragukan, semua pembahasan tersebut memang bagian dari ajaran Islam yang agung dan memiliki kedudukannya masing-masing. Namun sangat disayangkan apabila seorang dai kemudian mengabaikan tema-tema dakwah yang jauh lebih penting, mendesak, dan sedang sangat dibutuhkan oleh umat saat ini, yaitu dakwah kepada tauhid, pembenahan aqidah, serta penjelasan tentang manhaj yang benar dalam beragama.

Sesungguhnya, membangun umat tidak cukup hanya dengan memperbaiki akhlak lahiriah semata, tetapi harus dimulai dengan membangun pondasi tauhid yang kokoh, memperbaiki aqidah dari penyimpangan, serta membimbing umat agar berjalan di atas manhaj nubuwah yang lurus.

Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

> فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنبِكَ

"Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan mohonlah ampunan bagi dosamu."
(QS. Muhammad: 19)



Perhatikan bagaimana Allah memulai perintah dengan "fa'lam" (ketahuilah), yang menunjukkan bahwa ilmu tentang tauhid harus didahulukan sebelum amalan-amalan lainnya.




Dakwah kepada tauhid adalah dakwah para nabi dan rasul. Sebuah dakwah yang menjadi pondasi bagi seluruh amalan dan kebaikan lainnya. Tanpa tauhid yang benar, semua amal manusia menjadi sia-sia, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

> وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

"Dan sungguh telah diwahyukan kepadamu dan kepada orang-orang sebelummu: Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya amalmu pasti akan terhapus dan kamu benar-benar termasuk orang-orang yang merugi."
(QS. Az-Zumar: 65)



Mengapa Tauhid Harus Didahulukan?

Banyak dai hari ini terlalu sibuk menyampaikan hal-hal yang memang penting, seperti akhlak, adab, muamalah, dan sejenisnya, namun lupa akan pondasi terbesar, yaitu tauhid, aqidah, dan manhaj. Padahal inilah yang pertama kali dibenahi oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika diutus di Makkah.

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah berkata:

> وَاعْلَمْ أَنَّ أَعْظَمَ مَا أَمَرَ اللهُ بِهِ التَّوْحِيدُ، وَهُوَ إِفْرَادُ اللهِ بِالْعِبَادَةِ

"Ketahuilah bahwa perkara yang paling agung yang diperintahkan oleh Allah adalah tauhid, yaitu mengesakan Allah dalam ibadah."
(Kitab At-Tauhid)



Beliau juga berkata:

> لَا خَيْرَ فِي عِلْمٍ لَا يُدْرَسُ فِيهِ التَّوْحِيدُ، وَلَا خَيْرَ فِي دَعْوَةٍ لَا يُبْنَى أَصْلُهَا عَلَى التَّوْحِيدِ

"Tidak ada kebaikan pada ilmu yang tidak mempelajari tauhid, dan tidak ada kebaikan dalam dakwah yang tidak dibangun di atas pondasi tauhid."
(Majmu’ah Muallafaat Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab)



Kondisi Umat: Banyak Penyimpangan Aqidah

Sangat ironis, di tengah banyaknya masjid, majelis ilmu, dan lembaga pendidikan Islam, masih banyak kaum muslimin yang jatuh ke dalam syirik, bid'ah, khurafat, dan penyimpangan manhaj.

Di sebagian tempat, kita masih melihat:

Meminta pertolongan kepada kuburan orang shalih

Keyakinan pada jimat, azimat, atau benda-benda sakti

Meyakini adanya makhluk gaib yang bisa mendatangkan manfaat dan mudharat

Ritual-ritual yang bercampur syirik dan khurafat

Fanatisme golongan tanpa ilmu


Semua ini menandakan betapa pentingnya menghidupkan kembali dakwah tauhid.

Dakwah Tauhid Adalah Warisan Para Nabi

Allah Ta’ala berfirman:

> وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

"Dan sungguh Kami telah mengutus pada setiap umat seorang rasul (yang menyerukan): ‘Sembahlah Allah saja, dan jauhilah thaghut.’"
(QS. An-Nahl: 36)



Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menegaskan:

> أَصْلُ دَعْوَةِ الرُّسُلِ وَرَأْسُهَا هُوَ التَّوْحِيدُ وَتَجْرِيدُ الْعِبَادَةِ لِلَّهِ

"Pokok dan puncak dakwah para rasul adalah tauhid dan memurnikan ibadah hanya kepada Allah."
(Madarijus Salikin, 1/85)



Penutup: Mari Kembali ke Dakwah Tauhid

Wahai para dai dan penuntut ilmu, marilah kita kembali kepada manhaj dakwah yang benar, yaitu memulai perbaikan umat dengan memperbaiki tauhid dan aqidah mereka. Sebagaimana ucapan Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah:

> الدعوة إلى التوحيد هي أساس كل دعوة صحيحة، ومن تركها فقد أضاع منهج الأنبياء عليهم السلام

"Dakwah kepada tauhid adalah asas setiap dakwah yang benar. Barangsiapa meninggalkannya, maka sungguh ia telah menyia-nyiakan manhaj para nabi ‘alaihimussalam."
(I’anatul Mustafid, 1/10)



Semoga Allah memperbaiki keadaan kaum muslimin, memperkokoh aqidah mereka, dan menghidupkan kembali dakwah tauhid di tengah-tengah kita. Aamiin.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Aneh Jika Iran Menyerang Total Yahudi?

Hari Raya dalam Islam: Antara Kesempurnaan Syariat dan Bahaya Tasyabbuh kepada Yahudi dan Nasrani

Serial Bantahan Ilmiah: Kutipan Palsu atas Nama ‘Ali bin Abi Thalib (Bagian 1)