Apakah Bumi Itu Datar atau Bulat? Inilah Tarjih Syar’i yang Benar
๐ Apakah Bumi Itu Datar atau Bulat? Inilah Tarjih Syar’i yang Benar
Oleh: Yayan Abu Aisyah As-Sabtiyah
---
๐ฐ Mukadimah
Belakangan ini kembali ramai perbincangan soal bentuk bumi—apakah bumi itu bulat atau datar? Sebagian orang mengklaim bahwa bentuk bumi datar, dan menyandarkan keyakinan ini pada beberapa ayat Al-Qur’an secara tekstual. Namun benarkah ini pemahaman yang benar?
Dalam artikel ini, kita akan membahas secara ilmiah dan syar‘i tentang tarjih bahwa bumi itu bulat, disertai dalil dari Al-Qur’an, hadits, serta perkataan para ulama salaf.
---
๐ Dalil dari Al-Qur’an dan Tafsir Ulama
1. QS. Az-Zumar: 5
> َُِّูููุฑُ ุงََّْูููู ุนََูู ุงََّูููุงุฑِ ََُِّููููุฑُ ุงََّูููุงุฑَ ุนََูู ุงَِّْูููู
"Dia menggulungkan malam atas siang dan menggulungkan siang atas malam."
๐ Kata َُِّูููุฑُ (yukawwiru) berasal dari akar kata takwir, yang artinya menggulung seperti menggulung sorban. Penggulungan ini hanya terjadi pada benda yang bentuknya bulat. Maka ini menunjukkan bahwa bumi itu bulat karena pergiliran siang dan malam berlangsung secara memutar.
2. QS. Al-Baqarah: 22
> ุงَُّููู ุงَّูุฐِู ุฌَุนََู َُููู
ُ ุงْูุฃَุฑْุถَ ِูุฑَุงุดًุง
"Allah menjadikan bumi sebagai hamparan untuk kalian."
Sebagian mengira bahwa ini dalil bumi datar. Padahal, kata ِูุฑَุงุดًุง (firฤsyan) dalam bahasa Arab berarti “tempat tinggal yang nyaman” atau “terhampar”, bukan berarti datar secara geometris. Imam al-Qurthubi rahimahullah menegaskan bahwa:
> “Yang dimaksud adalah bumi dihamparkan agar bisa ditinggali, bukan berarti bentuknya datar.”
(Tafsir al-Qurthubi)
---
๐ง Penjelasan Para Ulama Salaf
Berikut beberapa perkataan ulama salaf yang mendukung bahwa bumi berbentuk bulat:
▪ Imam Ibn Hazm (w. 456 H):
> “Telah pasti dari berbagai dalil bahwa bumi itu bulat seperti bola.”
(Marฤtib al-Ijmฤ‘, hlm. 167)
▪ Imam Ibnu Taymiyyah (w. 728 H):
> “Langit dan bumi itu bulat menurut para ulama Islam dan selain mereka. Tidak ada khilaf dalam hal ini.”
(Majmลซ‘ al-Fatฤwฤ, 6/586)
▪ Imam al-Qurthubi (w. 671 H):
> “Para ulama telah sepakat bahwa langit itu bundar dan bumi juga demikian.”
(Tafsฤซr al-Qurthubi, QS. Al-Baqarah: 22)
๐ Artinya: Bentuk bumi yang bulat bukan sekadar teori ilmuwan modern, tapi juga sudah dikenal dan diakui ulama sejak berabad-abad lalu.
---
๐ฌ Bukti Inderawi dan Realita
Banyak bukti nyata yang menunjukkan bahwa bumi itu bulat, di antaranya:
✅ 1. Fenomena Siang dan Malam
Waktu siang dan malam berbeda-beda di berbagai tempat, dan berlangsung secara bertahap, yang hanya mungkin terjadi jika bumi itu bulat dan berputar.
✅ 2. Cakrawala dan Kapal
Saat kapal berlayar menjauh ke tengah laut, bagian bawahnya akan menghilang terlebih dahulu. Ini menunjukkan kelengkungan bumi.
✅ 3. Rute Penerbangan dan Satelit
Penerbangan antarnegara mengikuti jalur melengkung di peta. Satelit juga mengorbit bumi—dan semua foto dari luar angkasa menunjukkan bumi berbentuk bulat lonjong (oblate spheroid).
---
❌ Kesalahan Pemahaman Flat Earth
Beberapa alasan yang sering digunakan oleh pengusung flat earth:
✘ 1. Menafsirkan “hamparan” sebagai “datar”
Padahal, “hamparan” dalam bahasa Arab berarti siap dihuni, bukan datar secara mutlak.
✘ 2. Menolak fakta ilmiah
Fenomena sehari-hari yang bisa kita lihat dan buktikan dengan logika seringkali diabaikan.
✘ 3. Salah kutip ulama
Misalnya menisbatkan pendapat bumi datar kepada Imam Abu Hanifah atau Ibnu Qayyim, padahal tidak ada sanad shahih atau bukti kuat atas klaim tersebut.
---
✅ Tarjih Syar’i: Bumi Itu Bulat
Dengan semua dalil di atas, maka pendapat yang paling kuat menurut syariat, akal sehat, dan realita adalah bahwa:
> ๐ Bumi itu bulat.
Pendapat bahwa bumi itu datar adalah klaim yang:
Menyelisihi tafsir ulama terhadap ayat-ayat Al-Qur’an.
Bertentangan dengan ijma’ ulama salaf.
Tidak sesuai dengan bukti-bukti realitas dan pengamatan inderawi.
---
๐ Penutup
Maka hendaknya seorang muslim menjaga lisannya dan keyakinannya dari pemahaman yang menyimpang, dan kembali kepada penjelasan para ulama dalam masalah seperti ini.
๐ Kebenaran tidak bertentangan antara wahyu dan realita.
Jika benar memahami nash dan tafsirnya, maka kita tidak akan tersesat pada keyakinan-keyakinan yang menyelisihi syariat dan kenyataan.
ูุงููู ุฃุนูู
، ูุตูู ุงููู ุนูู ูุจููุง ู
ุญู
ุฏ، ูุงูุญู
ุฏ ููู ุฑุจ ุงูุนุงูู
ูู.
---
๐ Artikel ini boleh dibagikan dan dikutip dengan mencantumkan sumber.
Komentar
Posting Komentar