Awal Mula Masuknya Filsafat ke Dunia Islam dan Pengaruhnya terhadap Pemahaman Tauhid



✍️ Oleh: Abu Aisyah As-Sabtiyah


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ


Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, beserta keluarga, sahabat, dan para pengikutnya yang istiqamah di atas jalan kebenaran sampai hari kiamat.


Tulisan ini insya Allah akan membahas secara ringkas namun terstruktur tentang awal masuknya filsafat ke dunia Islam dan dampaknya terhadap pemahaman aqidah, khususnya dalam hal tauhid asma’ wa shifat, sebagaimana telah dijelaskan oleh para ulama Ahlus Sunnah wal Jama‘ah rahimahumullah.





📌 Latar Belakang: Gerakan Penerjemahan Filsafat Yunani


Pada masa Kekhilafahan Abbasiyah, khususnya abad ke-2 dan ke-3 Hijriyah, terjadi gerakan besar penerjemahan karya-karya filsafat Yunani ke dalam bahasa Arab. Peristiwa ini dikenal sebagai:


> حَرَكَة التَّرْجَمَة (Gerakan Penerjemahan)




📖 Buku-buku filsafat dari tokoh-tokoh seperti Plato (أفلاطون), Aristoteles (أرسطو), dan Plotinus (فيلون) diterjemahkan oleh tokoh-tokoh seperti حنين بن إسحاق dan lainnya. Gerakan ini mendapat dukungan penuh dari Khalifah al-Ma’mun (الخليفة المأمون), salah satu penguasa Abbasiyah yang dikenal sebagai pendukung rasionalisme.





📌 Masuknya Filsafat dalam Aqidah: Munculnya Ilmu Kalam


Filsafat Yunani tidak hanya diterjemahkan, tapi juga mulai diadopsi dalam diskusi-diskusi keagamaan. Maka lahirlah apa yang disebut dengan:


> علم الكلام (ilmu kalam)




Ilmu kalam adalah metode membahas aqidah berdasarkan logika dan teori akal. Aliran yang paling awal menggunakan pendekatan ini adalah Mu’tazilah, yang banyak terpengaruh oleh filsafat.





⚠️ Dampak Filsafat terhadap Pemahaman Tauhid


Salah satu dampak besar dari masuknya filsafat adalah penyimpangan dalam memahami tauhid, terutama pada:


🔹 Tauhid al-Asma’ wa as-Shifat (توحيد الأسماء والصفات)


Para ahli kalam mulai:


Menolak sebagian besar sifat-sifat Allah.


Menakwil ayat-ayat yang menetapkan sifat bagi Allah.


Berpendapat bahwa menetapkan sifat secara zahir adalah tasybih (penyerupaan).



Padahal para ulama Ahlus Sunnah menetapkan semua sifat Allah sebagaimana adanya, tanpa:


Ta‘thil (تعطيل): meniadakan sifat.


Tahrif (تحريف): merubah makna.


Takyif (تكييف): menanyakan “bagaimana”.


Tasybih (تشبيه): menyerupakan dengan makhluk.






📚 Perkataan Ulama Salaf tentang Bahaya Ilmu Kalam & Filsafat


1. Imam Malik rahimahullah (ت 179 هـ) berkata:


> «مَنْ شَبَّهَ اللهَ بِخَلْقِهِ فَقَدْ كَفَرَ، وَمَنْ جَحَدَ مَا وَصَفَ اللهُ بِهِ نَفْسَهُ فَقَدْ كَفَرَ، وَلَيْسَ فِيمَا وَصَفَ اللهُ بِهِ نَفْسَهُ وَلَا رَسُولُهُ تَشْبِيهٌ».

(Diriwayatkan oleh Abu Nu‘aim dalam al-Hilyah 6/325)




Artinya: "Barangsiapa menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya, maka ia telah kafir. Barangsiapa mengingkari sifat yang Allah tetapkan bagi Diri-Nya, maka ia telah kafir. Dan tidak ada dalam sifat yang Allah tetapkan bagi Diri-Nya maupun yang ditetapkan oleh Rasul-Nya unsur penyerupaan (tasybih)."





2. Imam Asy-Syafi’i rahimahullah (ت 204 هـ) berkata:


> «حُكْمِي فِي أَهْلِ الْكَلَامِ أَنْ يُضْرَبُوا بِالْجَرِيدِ وَالنِّعَالِ، وَيُطَافَ بِهِمْ فِي الْعَشَائِرِ وَالْقَبَائِلِ، وَيُقَالُ: هَذَا جَزَاءُ مَنْ تَرَكَ الْكِتَابَ وَالسُّنَّةَ وَأَخَذَ فِي عِلْمِ الْكَلَامِ»

(Diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam Manaqib asy-Syafi’i 1/462)




Artinya: "Hukumanku terhadap ahli kalam adalah dipukul dengan pelepah kurma dan sandal, lalu diarak di tengah perkampungan dan kabilah, dan dikatakan: 'Inilah balasan bagi orang yang meninggalkan Kitab dan Sunnah, dan menempuh ilmu kalam.'"





3. Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah (ت 241 هـ) berkata:


> «لاَ تُجَالِسُوا أَهْلَ الْكَلَامِ، وَإِنْ ذَبُّوا عَنِ السُّنَّةِ»

(Lihat: al-Adab asy-Syar’iyyah 1/232)




Artinya: "Janganlah kalian duduk bersama ahli kalam, walaupun mereka membela sunnah."





4. Ibnul Qayyim rahimahullah (ت 751 هـ) berkata:


> «أَكْثَرُ فَسَادِ الْعَالَمِ مِنْ جِهَةِ الفَلَاسِفَةِ وَالْمُنْطِقِيِّينَ»

(Lihat: Ighatsat al-Lahfan, 2/179)




Artinya: "Kebanyakan kerusakan di dunia ini bersumber dari para filsuf dan ahli logika."





✅ Kesimpulan


1. Filsafat masuk ke dunia Islam melalui gerakan penerjemahan di masa Abbasiyah.



2. Pengaruhnya besar terhadap akidah, khususnya dalam bab sifat-sifat Allah.



3. Ilmu kalam dan aliran Mu’tazilah menjadi perantara utama pengaruh filsafat ke dalam pemikiran umat Islam.



4. Para ulama salaf telah mengingatkan bahaya filsafat dan ilmu kalam.



5. Jalan selamat dalam memahami aqidah adalah dengan kembali kepada al-Qur’an, Sunnah, dan pemahaman para sahabat.






Penutup


Semoga tulisan ini menjadi peringatan dan pelajaran bagi kita semua untuk menjauhi filsafat dan metode kalam dalam memahami agama. Marilah kita berpegang teguh pada ajaran yang murni, sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya.


وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَاب

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ


Komentar